Review Novel The Mocha Eyes | zevinkaput



OHALLO GOOD PEOPLE!!!


Yup! Seperti kalian bisa lihat dititle, kalau dalam postinganku kali ini adalah meriview buku novel THE MOCHA EYES. Mari simak dulu identitas buku, dibawah ini ya!

Judul                         : The Mocha Eyes
Karya                        : Aida M.A.
Penerbit                    : Penerbit Bentang – PT Bentang pustaka
Didistribusikan oleh : Mizan Media Utama
Tebal Buku               : x + 250 Halaman
Genre                        : Romance
ISBN                        : 978 602 7888 32 6 

Sooo, gimana nih temen – temen kalian udah punya bukunya atau belum? Atau pasti kalian liat dulu review sebelum beli buku ini kannnn. Oke lanjut aja ke inti pembahasan #putbookreview dari buku Novel The Mocha Eyes karya Aida M.A. ini!

Review!

Pertamakali aku liat buku ini sekilas, cover dibuku ini tuh menarik banget, cute gituuu hehe. Dan saat buka buku ini langsung disambut oleh quotes yang sangat menarik yaitu “Aku laksana kopi dank au cokelat, lalu kita menyatu menjadi moka. Karena tak ada cinta yang serba sempurna, tak ada cinta yang selalu merana”. Gimana? Dari quotes di awal aja sudah menarik diri kalian untuk beli kannn?

Jadi buku init uh bercerita tentang kisah cinta seseotang yang bernama Arad an Fariz. Tapi yang menarik dari buku ini adalah bukan sekedar cerita cinta yang biasa ya. Cerita ini itu berbeda, Banyak hal yang bisa dipetik dari perjuangan Ara kembali menemukan jati dirinya setelah diperkosa lalu ayah Ara meninggal, setelah itu ditinggalkan oleh Damar sang kekasih yang menganggap Ara ini Aneh. Betapa kita akan terhanyut dalam kesedihan Ara.

            Setelah mengalami hal yang begitu kejam, Ara menjadi seorang yang memiliki traumatic, pendiam, sangat takut keramaian, anti social, bahkan pemarah besar. Ibu nya terus menguatkan Ara untuk menghadapi hidup saat trauma itu, tetapi apa daya, luka Ara terlalu dalam, Ara menjadi pecandu rokok aktif dan peikmat kopi hitam tanpa gula, mungkin itu juga yang menggambarkan hidup Ara, yaitu Hitam dan pahit.

Hingga suatu ketika Ara bertemu dengan Fariz disebuah pekerjaan, Fariz ini bekerja sebagai consultant dan memiliki penggemar yang cukup banyak, sekali lirik wanita selalu tertarik kepadanya, tetapi itu tidak berlaku untuk Ara, Ara yang lebih tidak peduli malah menarik Fariz kepada kehidupannya. Ada suatu momen ketika Fariz memberikan segelas kopi moca untuk Ara. Kopi moca itu bercampur dari aroma kopi dan cokelat yang kuat.
“kalau kamu mengandalkan hidupmu sebagi kopi yang pahit, sekalipun ada hari yang manis, kamu akan tetap merasa pahit, sekalipun ada hari yang manis, kamu akan tetap merasa pahit, Cangkir ini hanya untuk menggambarkan hidup secara lebih realistis meski membingungkan, ada pahit, ada gurih, Hidup itu secangkir moka!” Begitu menurut Fariz.

            Dan siapa sangka berawal dari segelas kopi moca akan menjadi saksi besar awal mereka mengenal dekat. Dan Ara pun mulai menunjukan perubahannya kembali seperti dulu, Ara yang ceria, Ara yang ramah, dan itu membawa kebahagiaan bagi semua orang. Perjalanan cinta mereka tidak begitu mulus mulai dari mantan Ara yaitu Damar yang kembali, lalu Fariz yand disukai oleh rekan kerjanya Mei.

            Tetapi akhir dari cerita ini HAPPY ENDING!!! Akhirnya Ara dan Fariz bersatu, lalu mereka merencanakan akan menikah. Akhir yang begitu bahagia walaupun sebelumnya buku ini mengandung bawang dan membuatku menangis hahahaha LOL.

Oke, mungkin segitu aja kali yaaa review buku kali ini, oh ya kalau kalian sudah membaca buku ini, tolong tulis pendapat kalian terhadap buku ini di kolom komentar ya! Dan sampaikan juga barangkali ada yang aku request buku lain hehe. Sampai berjumpa di tulisanku selanjutnya, Peace and luh y! Bye! <3

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Maryam | zevinkaput

Review Novel Resign! (metropop) | zevinkaput